Ora Beach. A Little piece of Heaven hidden in Central Maluku


DSCF4520 copyPantai Ora. Tujuan wisata yang satu ini memang sudah menjadi incaran saya sebelumnya setelah mendapat rekomendasi dari teman yang sudah pernah berkunjung ke sana. Hasil iseng browsing foto-foto di internet membuat saya semakin penasaran sehingga pada saat ada kesempatan, tanpa fikir panjang lagi sayapun langsung pergi.

Perjuangan yang ditempuh menuju ke sana bisa dibilang tidaklah mudah namun juga tidak terlalu sulit jika dibandingkan dengan jarak waktu akses ke Pulau Togean di Sulawesi Tengah. Dari pihak Ora Beach Resort juga menyediakan layanan paket wisata antar jemput dari Kota Ambon. Semakin ramai rombongan, semakin kecil biaya yang dikeluarkan. Saya dan teman-teman memilih jasa paket tour dengan pertimbangan agar tidak repot. Dan kami sepakat untuk tiba di Kota Ambon sehari sebelum keberangkatan untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan seperti keterlambatan pesawat sekaligus juga agar bisa menikmati waktu sesaat di Kota Ambon.

Jam 07.30 pagi, kami di jemput di Hotel menuju ke Pelabuhan Hurnala di desa Tulehu (Kota Ambon) yang memakan waktu + 45 menit. Lalu dilanjutkan dengan perjalanan laut menggunakan kapal cepat menuju Amahai di Desa Masohi (Pulau Seram) selama + 2 jam. Sesampai di Masohi, kami sudah ditunggu oleh supir yang akan mengantarkan kami menuju desa Saleman melalui jalur darat selama + 2 jam lagi. Selama perjalanan kami dapat melihat pemandangan bukit dan lembah yang masih hijau. Lumayan menghibur setelah setiap hari disuguhi pemandangan kemacetan di Jakarta.

Sesampai di pinggir dermaga di desa Saleman, speedboat dari Ora Beach Resort sudah menunggu untuk mengantarkan kami menyeberang ke resort. Jarak yang ditempuh sekitar 7 menit. Cuaca yang cerah dan tebing-tebing tinggi yang mengelilingi lokasi Ora Beach Resort menambah efek dramatis.

DSCF3856 copyDSCF3856 copyDSCF3856 copy

Pemandangan yang indah dengan tebing-tebing tinggi menjulang ke langit, air laut yang jernih kebiruan dan suasana yang tenang dikarenakan jauh dari akses penduduk dan jangkauan sinyal telpon yang masih terbatas menjadikan Pantai Ora sebagai tujuan yang tepat untuk “pelarian” dari kebisingan. Tempat yang pas untuk hanya duduk-duduk santai sambil menikmati suasana pantai. Selain itu, tak jauh dari Pantai Ora juga terdapat beberapa spot yang bisa dikunjungi seperti Tebing Batu dimana terdapat gua tersembunyi dibalik tebing yang bisa dijangkau dengan berenang dari bawah tebing dan juga Mata Air Belanda dengan air yang sejuk dan segar.

Berlibur ke pantai tanpa snorkeling sepertinya kurang. Di Pantai Ora, aktivitas ini bisa dilakukan di sepanjang pantainya, namun untuk keindahan karang dan keragaman ikannya masih kalah dibanding dengan Pulau Togean di Sulawesi Tengah.

DSCF4305DSCF4497 copyAir Belanda

Terlepas dari segala keindahan yang dimiliki Ora, ada satu hal yang cukup mengganggu bagi saya ketika berada disana yaitu mengenai kesadaran penduduk lokal untuk menjaga lingkungan yang menurut saya masih kurang. Kesimpulan ini saya dapat dari beberapa tindakan seperti membuang sisa makanan ke laut dan saat parkir kapal yang tanpa memperhatikan apakah akan mengenai terumbu karang yang ada atau tidak. Sangat disayangkan saja. Saya jadi membayangkan jika kebiasaan seperti itu terus terjadi apakah kita masih bisa menikmati keindahan laut Ora yang sangat memukau ini dalam beberapa beberapa tahun mendatang?

Anyway, bagi para traveler terutama penyuka pantai, Ora merupakan salah satu tempat yang wajib dikunjungi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.